SMART PARENTS:
MENYAYANGI ANAK SEPENUH HATI
Oleh: Ida Nur Laila
Penerbit: ERA INTERMEDIA, SOLO.
xii + 132 hal; 19,5 cm
Diringkas oleh: Astutiana
Anjuran: Buku ini perlu dibaca agar orangtua tidak salah dalam mewujudkan kasih sayang kepada anak-anaknya. Dengan mengamati fenomena yang ada sekarang ini yaitu seringnya terjadi KDRT, betapa teganya orangtua melakukan kekerasan pada anaknya. Harapannya dengan membaca buku ini orangtua dan anak bisa bersinergi untuk mencimtai tanpa henti pada anak-anak. Dan menjadi smart parents.
Buku ini terdiri dari; Kata Pengantar, Ungkapan Hati, dan dibagi dalam Lima Bagian yaitu:
Pertama: Terjebak di Dunia Raksasa
Kedua; Islam Menyayangi Anak
Ketiga: Sungguh, Kami Menyayangi Kamu
Keempat: Kreatif dalam Sayang
Kelima: Be A smart Parents
Diakhiri dengan Epilog: Seutas Doa Cinta
Terjebak di Dunia Raksasa
Menbayangkan menjadi anak , persis seperti Anda terjebak di dunia para raksasa. Mereka bisa berbuat apa saja yang menakutkan, seram,menyeringai dan membentak-bentak . Itulah gambaran perasaan anak ketika mengalami kekerasan dari dalam keluarganya.
Bayangkan bila seorang anak mendapat kecaman dari orangtuanya, pagi 5x, siang 5x, sore 5x dan sebulan 450x. Berapa tahun dia akan mendapatkan keadaan yang tidak menyenangkan itu. Betapa tidak nyamannya bagi anak yang tinggal dalm lingkunan seperti itu. Dan akhirnya dia lebih suka mengurung diri atau lari dari rumah untuk menghibur hatinya dengan teman-temannya.
Rasa sakit hati anak bagaikan kayu yang ditempeli dengan paku, walaupun paku itu sudah dilepas tapi tetap membekas. Sama ketika Anda melempar batu ke dalam dasar danau, seketika akan beriak dan kembali tenang, tetapi tetap saja batu itu berada di dasar danau walau danau itu kembali tenang.
Untuk mencegah terjadanya kekerasan Pemerintah mengupayakan adanya Undang undang untuk melindungi anak-anak. Padahal kita mencintai anak bukan karena undang-undang, melainkan karena Allah telah mempercayakan kepada kita dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut.
Tanpa disadari di dalam pendidikan pun kerap terjadi kekerasan, adanya program yang padat, tidak seimbangnya jadwal kegiatan anak, adanya guru atau orangtua yang dalam mendidik anak disertai dengan caci maki dan ucapan-ucaapan yang kasar. Mohon orangtua dan guru dalam mendidik anak berpikir ulang sebelum melakukan tindak kekerasan pada anak.
Kekerasan Lingkungan pun sering dialami oleh anak-anak yang kurang beruntung. Mereka yang hidup dari belas kasihan orang-orang yang berada di jalan. Dengan badan yang kurus dan berpakaian compang camping harus meminta-minta demi terisinya perut mereka. Itu kenyataan kerasnya dunia yang dihadapi mereka.
Kita mengharapkan adanya lingkungan masyarakat yang peduli dan sayang anak akan mengembangkan konsep penataan lingkungan dengan membengun taman-taman yang bisa digunakan untuk mengembangkan motorik, eksapresi dan sosial anak di luar sekolah dan keluarga.
Yang perlu kita ketahui dan ini cukup membahayakan adalah kekerasan oleh media Informasi. Televisi memiliki pengaruh yang sangat dasyat pada perkembangan anak. Efek langsungnya berupa imagine effect yakni dampak langsung. Ketika melihat adegan memukul dia akan langsung memukul adiknya, dan pandai memeki-maki. Atau malh menjadipenakut karena baru saja menonton film horror.
Untuk mengurangi dampak negative Televisi ada 10 tips praktis yakni:
1. Letakkan TV di tempat yang sulit dijangkau anak
2. Buat aturan main kapan sebaiknya nonton TV
3. Kecilkan volumenya dan matikan sesering mungkin
4. Dampingi anak ketika nonton TV
5. Buat program NOnton seminimal mungkin
6. Buat kegiatan altenatif, seperti membaca, jalan-jalan atu silahturahmi
7. Sediakan media alternative, misalnya CD ilmu pengetahuan, dan kaset-kaset mendidik.
8. Tunjukkan sikap tidak suka pada acara-acara yang merusak akhlak
9. Sebagai orangtua harus jadi teladan untuk tidak menonton TV selagio anaknya mesih terjaga/ belum tidur.
10. Rekam acara yang bermanfaat dan dapat distel berulang-ulang.
Ketika anak terjebak dalam dunia raksasa maka harus kita ubah menjadi raksasa yang baik hati dan menyayangi anak dengan cara yang menyenangkan
Islam Menyayangi Anak.
Luqman adalah seorang ayah yang mencintai anaknya, dunia akhirat. Nasihatnya sangat monumental. Sayang anak dalam Al-Quran bisa dilihat dalam QS Luqman: 13, 17, 19 dan QS Ar-Ra’d : 16.
Sedangkan kecintaan Nabi Ibrahim terhadap anaknya tetap dalam koridor cintanya pada Allah. Betapa pun dia mencintai anaknya namun ia tetap melaksanakan perintah Allah. Dan beliau memiliki cara yang santun ketika mengomunikasikan peritah Allah kepada anaknya. Beliau mulai dengan menceritakan mimpinya dan meminta pendampat anaknya.
Nabi Muhammmad SAW mencintai Anak-anak. Beliau memberi teladan luar biasa dalam kasih saying pada anak-anak. Beliau suka menciumi cucunya. Pada saat lain Beliau yang Mulia sujud yang lama diantara rakaat shalatnya, ternyata beliau dinaiki oleh cucunya ketika sedang bersujud.
Jadi sebagai orangtua harus menyayangi akhirat anaknya. Jika di dunia yang sebentar ini orangtua tidak ingin anaknya terkena musibah, apalagi untuk kehidupan akhirat yang sangat lama, tentunya tidak merusak akhirat anak dengan memberikan makanan yang tidak halal dalam memperolehnya.
Dekatkan anak pada Nabi dengan menceritakan tentang kehidupan Nabi sejak kecil agar anak mengidolakan Nabi sebelu dia mengidolakan yang lain. Jadikan anak fasih membaca Al Quran. Karena Al-Quran dan Nabilah yang akan memberi syafa’at pada hari kiamat.
Membangun Rumah Kasih Sayang bisa dengan menerapkan baiti jannati Rumahku Surgaku. Rumah sebagai rumah cinta dan saying. Rumah yang memancarkan kasih sayang dan kehangatan antar-penghuninya. Yang memancarkan rahmah untuk lingkungannya. Bukan luasnya rumah yang menjadikan penghuninya merasa leluasa,tetapi kelapangan hati dan kasih sayanglah yang lebih menentukan. Sempitnya hati lantaran konflik dalam rumah tangga akan membuat rumah selapang apa pun menjadi sempit.
Rumah adalah miniature peradaban. Dari rumah kita berharap terlahir jiwa-jiwa yang siap membangun peradaban. Orangtua harus bisa mewariskan peradaban dan nilai-nilai kehidupan yang Islami.
Sungguh, Kami Sayang Padamu
Jika Anda ingin mewujudkan rasa kasih sayang pada anak maka Anda harus mengetahui karakteristik anak. Mulai dari banyak bergerak sampai memiliki sifat egois harus Anda pahami dengan sungguh-sungguh. Dan selalu ada perubahan karakter pada anak yang harus Anda pahami sejaln dengan perubahan usianya.
Prinsip menyayangi anak adalah “ sayangi Aku apa adanya” karena di antara rahasia membentuk keutuhan kepribadian anak adalah “penerimaan”. Anak terlahir dengan keadaan fisik yang tidak diinginkan atau dipilih oleh orangtuanya . Takdir, Allah yang menciptakan semuanya. Jadi orangtua layak menyayanginya apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Sajikan yang terbaik. Jadikan anak Anda hal yang terpenting dalam hidup, sehingga Anda termotivasi untuk memberikan yang terbaik , apa saja. Jangan hanya sebatas materi.
Temani ia bertumbuh dan berkembang . Dalam berkembang anak membutuhkan sarana seperti unsure materi dan unsure ruhani dan akal.
1. Unsur Materi. Orangtua harus telaten memberi makan anaknya. Beri gizi yang seimbang dari makanan yang didapat secara halal. Sambil menyiapkan makan, berzikir dan berdoalah Anda dengan penuh kegembiraan, cinta , dan pengharapan. Semoga Allah berkenan melunakkan hati anak Anda untuk menyantap makanan itu. Dan menjadikannya makanan yang barokah untuk kesehatan dan amal sang anak.
2. Unsur Ruhani. Memberi makan ruh dengan bacaan Al Quran, menelaah kandungannya, beribadah, berzikir, mengamalkan sunnah dan melakuakn berbagai kebaikan. Ada 10 tips prinsip spiritual parenting untuk merawat dan mengasah sukma anak-anak yang dimodifikasi dari tulisan Mimi Doe dan Marsha Walch:
1) Memahami bahwa Allah selalu memperhatikan kita
2) Menyakini kehidupan di dunia akan berklanjut dalamkehidupan akhirat
3) Mendengarkan anak Anda. Sediakan waktu khusus untuk mendengarkan anak-anak.
4) Kata-kata itu penting. Maka berhati-hatilah dalam berkata
5) Izinkan dan doronglah impian, keinginan, dan harapannya
6) Beri sentuhan keajaiban pada hal-hal biasa. Misalnya “Alhamdulillah pahlawanku sudah bangun”
7) Harus lihat situasi dan kondisi antara keteraturan, kelenturan dan keluwesan
8) Jadilah cermin positif bagi anak Anda. Ekspresikan agar mereka hanya mencontoh atau meniru yang baik saja
9) Lepaskan pergulatan yang menekan.Sederhanakan luapan emosi dalam setiap riak kehidupan
10) Jadilah setiap hari suatu awal yang baru. Ajak anak untuk selalu berbuat kebaikan yang baru.
3. Unsur Akal. Unsur lain pembentuk manusia adalah akal. Makanan akal adalah ilmu. Orangtua, rumah dan lingkungan dapat dikembangkan menjadi sarana mencerap ilmu bagi anak-anak. Tinggal kemampuan kita untuk mewujudkannya. Yang terpenting adalah membangun kesadaran anak untuk memiliki jiwa pembelajar sejati. Ungin tahu, berani dan suka bereksplorasi. Pintunya adalah rajin betanya, jangan matikan kreativitas anak dengan membatasi pertanyaan-pertanyaan anak.
Kreatif dalam Sayang
Kelembutan dalam keluarga adalah cirri kebaikan keluarga itu. Membiasakan anak berlaku lembut sejak dalam keluarga akan membentu watak yang baik pada anak sehingga ia pun mampu mengembangkan sikap positif dalam bersosialisasi. Kelembutan adalah bentuk dari kasih sayang yang menyenangkan.
Anakku , aku temanmu!. Orangtua kreatif dapat menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari permainan. Mencuci, membersihkan halaman,, memotong sayuran, mengupas buah, mengenal bumbu. Semua bisa dijadikan proses bermain sambil belajar.
Bermain dengan anak sekaligus mengajari adab-adab dalam bermain dan melatih jiwa ksatria kepada anak-anak. Ajaklah anak bertasbih dan beristigfar ketika memperoleh kemenangan. Bukan sekedar bersorak. Tidak saling mengejek ketika bermain apalagi menyakiti.
Belajar dari Sekolah Kehidupan. Setelah memasuki sekolah paradigma jadi berubah; belajar jadi kegiatan yang tidak menyenangkan. Kewajiban orangtua untuk merubah paradigma ini jadikanlah learn is fun
Tip belajar yang menyenangkan dan tidak sulit untuk dilaksanakan:
1. Beri tempat belajar yang nyaman.
2. Bantulah anak menata dan mengatur alat-alat belajarnya dengan rapid an mudah terjangkau
3. Sediakan jam atau alarm khusus tanda bahwa waktunya untuk belajar
4. Bantu menyiapkan alat tulisnya,jangan biarkan dia frustasi
5. Jika suka bisa dibantu dengan mendengarkan musik edukatif dari Tape recorder
6. Beri pengertian cara belajar yang sehat, sikap duduk dan cara membaca.
7. Lakukan selingan dengan bernyanyi, bercerita atau main musik.
8. Belikan buku penunjang yang menarik.
9. Jaga kesabaran Anda bila sewaktu-waktu dia mogok belajar.
10. Sediakan hadiah kecil sekali-kali dan hargai hasil belajarnya
11. jangan lupa untuk membiasakannya berdoa.
Belai aku Bunda. Kelembutan tangan ibu bukan karena lotion atau seringnya dicuci tapi kelembutan itu memancar dari perasaan tenteram dan aman yang hadir ketika menyentuhnya. Jadi sempatkanlah untuk menyentuhnya dan membelainya setiap hari. Anak yang ingin memperoleh kehangatan kasih sayang dan belaian orangtua, suka mendekat dan menempel.
Arahan dan Nasihat. Orangtua wajib memberikan arahan dan nasihat kepada anak-anak sebagai wujud sayangnya. Nasihat akan gampang diterima jika diberikan dengan: ikhlas, cara yang baik, dalam momen yang tepat, tidak terlalu banyak, bertahap, anakdalm kondisi siap menerima, dan idealnya diberikan secara rahasia. Arahan dan nasihat dapat berupa cerita, kisah atau dongeng, namun Anda harus mnyimpulkan. Ini baik, itu tidak baik. Jangan biarkan anak menyimpulkannya sendiri.
Dialog Hati. Kemampuan dialog acaplaki menentukan sukses tidaknya seseorang dalam kehidupan selanjutnya. Dialog yang sehat memerlukan ketrampilan penunjang seperti kemampuan mendengarkan, kemampuan berempati,dan kemampuan berbicara.
Dialog akn memberikan gambaran pada anak situasi yang akan dihadapi dan bagaimana bersikap. Anak akan datang lebih siap dan bersikap manis serta menikmati acara tersebut dengan gembira.
Dengan membuka ruang dialog, banyak hal yang dapat kita ajarkan kepada anak tentang kehidupan. Malah kadang-kadang kita justru belajar dari anak-anak tentang “kearifan” mereka menilai sesuatu.
Senyum ; Sedekah yang menyejukkan. Rasulullah Saw, menyatakan bahwa senyum kepada sesame muslim adalah sedekah. Bagaimana senyum dengananak? Coba renungkan, raut wajah seperti apa yang kita tampilkan sehari-hari. Tahukah Anda bahwa senyuman menarik senyuman. Senyuman melunakkan amarah. Senyuman menyejukkan jiwa. Tentunya senyumam yang benar-benar tulus.
Limpahi dengan hadiah atas prestasinya. Hadiah tidak harus berupa uang atau barang. Pujian, belaian, ciuman, sambutan yang hangat, cerita, perlakuan yang adil, memberi perhatian khusus, memberi panggilan yang disukai, menelpon atau menyapa secara khusus, memandang dengan sayang, senyum, pelukan atau candaan, semua itu merupakan hadiah jika Anda menyampaikannya dengan tulus dan penuh cinta pada kesempatan yang tepat.
Bagaimana dengan Hukuman Sayang?. Orangtua harus memahami prinsip dalam menghukum anak. Hukuman bukanlah balas dendam atau luapan kemarahan orangtua. Ia merupakan sarana pendidikan dan sarana menyayangi anak. Maka harus ada cukup alas an yang tepat untuk menjatuhi hukuman. Prinsip pentingnya;
1. Menghukum sesuai dengan tahapan usia anak. Anak berumur di bawah 3 tahun belum layak mendapat hukuman fisik atas ‘kegagalannya’
2. Menghukum sesuai dengan bobot kesalahannya. Hukuman fisik diberikan setelah anak mencapai usia 10 tahun. Itu pun untuk pelanggaran syar’i. Jadi jangan memukuli anak atau membentak-bentakanak hanya karena kesalahan yang sepele misalnya memecahkan piring atau menumpahkan minuman.
3. Tidak menghukum karena kesalahan anak lain. Dikarenakan salah satu dari anak yang membuat kesalahan tapi hukuman diberlakukan pada semua anak. Ini tidak adil.
4. Aturan hukuman diterangkan pada anak. Jangan membuat keputusan yang tiba-tiba tanpa memberitahu aturan main dalam menghukum anak. Jadi Anda harus mensosialisasikan aturannya.
5. Menghukum tidak di depan orang lain. Jika Anda harus menghukum anak sebaiknya ajaklah anak ke tempat tersendiri terlindung dari penglihatan dan pendengaran anak-anak lain.
Teladan untuk juara meniru. Orangtua yang saying anak akan berhati-hati dalam perbuatan dan perkataan juga dalam berekspresi. Bisa jadi anak akan mengambil apa yang dilakukan orangtua untuk ditiru dan dibenarkan oleh mereka.
Kata-kata Terbaik. Jangan biarkan anak memiliki stok kata-kata yang tidak baik untuk memenuhi memorinya. Maka limpahilah mereka dengan kata-kata ajaib yang membangkitkan dan menjadi inspirasi. Contohnya; Bismillah, bersama Allah engkau pasti bisa!, Anak pintar rajin berdoa, Anak Bunda pasti bisa mengatasi masalah, Wow usaha kita luar biasa!
Anda dapat bertukar pengalaman dengan orangtua lain untuk memperkaya kreativitas mewujudkan rasa sayang. Dan anak-anak pun dapat dilibatkan untuk merencanakannya.
Be A smart Parents
Menjadi orangtua cerdas secara emosioanal dan spiritual diawali dengan membangun kesadaran dan ‘menjagai’ agar senantiasa dalam kesadaran. Banyak situasi yang membuat seseorang kehilangan kesadarannya dan juga kendali atas dirinya sendiri.
Mari kita mengasah secara berkala, rutin, atau incidental agar menjadi orangtua yang cerdas dengan merancang untuk mengikuti program parenting, membeli buku-buku pendidikan anak, membaca barang satu jam untuk memambah wawasan, mengikuti seminar dan pelatihan, saling mengunjungi dan berbagi sesame orangtua.
Pentingnya Keseimbangan. Jiwa yang kuat dibangun di atas iman yang kuat dan disuburkan dengan ibadah yang benar dan kontinu, serta dirawat dengan akhlak mulia. Kualitas ruhiyahnya membuat ia memiliki wibawa di manak-anaknya, memiliki kedudukan istimewa dan memiliki kalimat yang berbobot. Segala tingkah lakunya akan mendorong anak untuk mengikuti. Kehadirannya membawa aura yang menyejukkan dan menentramkan.
Saat Anda diliputi banyak urusan dan persoalan ,berhentilah sejenak lalu berzikirlah dan istigfar. Dzikrullah akan membuat Anda terkendali. Maka milikilah karakteristik dasar seorang pendidik berikut ini;
1. Ikhlas. Mendidik anak sebagai amanah Allah. Jadikan anak saleh untuk menjalankan perintah Allah dan membela agama-Nya.Tanpa mengharapkan pamrih duniawi.
2. Taqwa. Taqwa adalah rahasia seseorang dengan Allah karena dia berada dalam lubuk hati yang paling dalam . Namun ia maujud dalam prilaku yang selalu berpegang kepada perintah Allah.
3. Ilmu. Orangtua harus membekali diri dengan ilmu dan ketrampilan . Belajar sepanjang kehidupan menjadi kunci untuk tak pernah kenyang dengan ilmu.
4. Penyabar. Kesabaran tidak memiliki batas. Sabar dalam senyuman mungkin lebih mudah, namun sabar ketika harus menghukum, itulah ujian yang berat.
5. Rasa Tanggungjawab. Tanggungjawab secara duniawi mendidik dan menjaga anak agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsanya, sedang tanggungjawab kepada Allah untuk merawat titipan-Nya dan mengembalikan kepada Allah sesuai dengan fitrahnya.
6. Kasih Sayang. Hanya kasih sayang yang membuat seseorang bertahan mencintai anak tanpa henti. Kasih sayang akan memotivasi kita selalu menjaga anak agar senantiasa dalam kebaikan.
Kiat Keseimbangan dalam Rumah dan Diri Anda.
1. Awali hari Anda dengan Bismillah
2. Bangun minimal setengah jam lebih awal, shalat malam, dan bersantailah nikmati keheningan malam
3. Sekali-kali setellah jam weker setiap jam. Lemaskan punggung, ambil nafas, tersenyumlah, dan berzikirlah
4. Ambil waktu pribadi untuk meresapi setiap guyuran air yang mengalir membasahi tubuh Anda
5. Pegang anak Anda dan peluklah, bisikkan kata-kata saying.Pancarkan kasih sayiag dan kelembutan dengan mata Anda
6. Libatkan anak Anda dan pasangan Anda untuk mengerjakan tugas-tugas rumah
7. Luangkan waktu untuk baca Al-Quran dengan tartil yang benar dan baca terjemahannya.
Pendek kata Anda dapat merencanakan hal-hal yang sekiranya dapat menyenangkan hati Anda dan anak Anda.
Sedangkan Kiat keseimbangan dengan Lingkungan Sosial bisa Anda coba beberapa tips sebagai berikut:
1. Terseyumlah pada tetangga setiap hari dan ucapkan salam
2. Masaklah lebih banyak agar sekali-kali bsa memberi hadiah pada tetangga
3. Undanglah anak tetangga atau teman anak untuk makan siang bersama.
4. Ajaklah anak untuk membagi mainan yang sudah tidakdisukai lagi
5. Ajaklah anak mengeluarkan baju atau barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi untuk disumbangkan .
6. Sesekaki siapkan beberapa bungkus nasi untuk disedekahkan ketika sedang mengadakan perjalanan.
7. Jalan-jalan di sekitar lingkungan rumah,lalu sapalah para tetangga dan perbincangkan dengan anak
8. Ajak anak ke tepi sungai dekat perkotaan yang padat dengan penduduk yang tidak seberuntung kita, agar wawasan anak bertambah
Dapat kita rasakan ketika kita berbagi ada rasa kepuasan tersendiri karena bisa membahagiakan orang lain. Banyak orang yang mendapatkan pengalaman spiritual ketika memberi dengan ikhlas. Melakukan kebaikan membawa Anda bahagia. Respons lingkungan atas perbuatan positif Anda , membuat Anda lebih bahagia.
Epilog Seutas Doa Cinta
Wahai Ibu, wahai Ayah, Biarkan Air Matamu mengalir !
Biarkan air matamu mengalir, bagian dari penyesalanmua atau lewatnya sebuah hari yang menorah luka.
Jika engkau kecewa dengan dirimu sendiri berjanjilah !
“wahai anaknu, maafkan ibumu. Maafkan Ayahmu”
Berjanjilah esok hari untuk memulai suatu lembar baru , lembar kebaikan dengan anakmu, menampakkan kasih sayang yang menyenangkan bagi anakmu. Menjadi orang tua, sahabat, dan guru yang sesungguhnya. Amin.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
